Bumi Harapan dan Semangat Indonesia yang Terus Tumbuh
Di tengah perjalanan IKN Nusantara, mari kita kembali mengingat satu hal sederhana: Indonesia dibangun oleh seluruh rakyatnya, termasuk dari desa.
Ada masa ketika kemerdekaan hanya menjadi sebuah cita-cita.
Para pendahulu bangsa berjuang agar Indonesia dapat berdiri dengan kaki sendiri.
Hari ini, 81 tahun setelah kemerdekaan, kita menikmati hasil dari perjuangan itu.
Kita bekerja.
Kita belajar.
Kita membangun keluarga.
Kita membangun desa.
Dan bangsa ini terus bergerak menuju masa depan.
Salah satu bagian dari perjalanan itu kini hadir di sekitar kita melalui IKN Nusantara.
Perubahan sedang berlangsung.
Pembangunan terus berjalan.
Banyak hal baru akan hadir.
Namun di tengah perubahan tersebut, ada sesuatu yang tidak boleh kita tinggalkan:
rasa memiliki terhadap Indonesia.
17 Agustus, Kita Kembali Mengingat
Dalam rangka memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, telah disepakati pelaksanaan Upacara Peringatan Kemerdekaan di Desa Bumi Harapan pada 17 Agustus 2026.
Rencana tersebut dibahas bersama dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa Bumi Harapan, BPD, SD Negeri 020 Sepaku, SMP Negeri 27 PPU, TK Mitra Pradana, serta perwakilan Panitia HUT RI.
SMP Negeri 27 PPU akan mengambil bagian dalam petugas upacara, termasuk Pasukan Pengibar Bendera dan Paduan Suara.
SD Negeri 020 Sepaku dan TK Mitra Pradana juga akan turut berpartisipasi bersama para siswa dan guru.
Namun upacara ini tidak berhenti pada keterlibatan sekolah.
Kita ingin masyarakat Bumi Harapan ikut hadir.
Karena kemerdekaan bukan milik satu kelompok.
Kemerdekaan adalah milik kita semua.
Indonesia Besar Dibangun dari Hal-Hal Kecil
Sering kali kita berbicara tentang Indonesia dalam sesuatu yang besar.
Tentang pembangunan.
Tentang IKN.
Tentang ekonomi.
Tentang masa depan.
Tetapi Indonesia sebenarnya juga dibangun dari hal-hal yang sangat dekat dengan kita.
Dari seorang ibu yang mendidik anaknya.
Dari seorang ayah yang bekerja untuk keluarganya.
Dari guru yang mengajar.
Dari petani yang mengolah tanah.
Dari pedagang yang menghidupkan ekonomi.
Dari pemuda yang mau bergerak.
Dari warga yang mau bergotong royong.
Dari masyarakat yang memilih untuk tetap rukun meskipun berbeda.
Itulah Indonesia yang sesungguhnya.
Dan semuanya bermula dari tempat kita berdiri hari ini.
Dari desa.
Nasionalisme Tidak Harus Rumit
Kita tidak harus menjadi pahlawan untuk mencintai Indonesia.
Kita tidak harus melakukan sesuatu yang luar biasa.
Menjaga persatuan adalah nasionalisme.
Menghormati orang lain adalah nasionalisme.
Gotong royong adalah nasionalisme.
Menjaga lingkungan adalah nasionalisme.
Belajar dan bekerja dengan sungguh-sungguh adalah nasionalisme.
Dan ketika 17 Agustus tiba, hadir bersama untuk menghormati Merah Putih juga merupakan bentuk nasionalisme.
Sederhana.
Tetapi penting.
Mari Beri Contoh kepada Generasi Berikutnya
Anak-anak Bumi Harapan akan tumbuh bersama perubahan zaman.
Mereka mungkin akan melihat IKN Nusantara berkembang.
Mereka akan melihat teknologi semakin maju.
Mereka akan hidup dalam Indonesia yang jauh berbeda dari Indonesia hari ini.
Tetapi mereka perlu membawa satu hal dari generasi kita:
rasa bangga menjadi orang Indonesia.
Karena itu, mari ajak mereka hadir pada 17 Agustus nanti.
Biarkan mereka melihat Sang Merah Putih dikibarkan.
Biarkan mereka mendengar Indonesia Raya.
Biarkan mereka melihat masyarakatnya berdiri bersama.
Tidak perlu banyak kata.
Cukup dengan teladan.
Bumi Harapan, Mari Berdiri Bersama
Tidak perlu membuat peringatan yang berlebihan.
Mari kita rayakan dengan sederhana.
Tertib.
Khidmat.
Dan penuh kebersamaan.
Ajak keluarga.
Ajak anak-anak.
Ajak tetangga.
Luangkan satu pagi untuk Indonesia.
Di tengah pembangunan IKN Nusantara yang sedang membawa perubahan besar bagi kawasan ini, mari kita tunjukkan bahwa Bumi Harapan juga memiliki bagian dalam perjalanan Indonesia.
Bukan hanya sebagai tempat tinggal.
Tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ikut menjaga persatuan, gotong royong, dan semangat kebangsaan.
Karena masa depan Indonesia tidak hanya dibangun di pusat pemerintahan.
Masa depan Indonesia juga tumbuh dari desa-desa.
Dan Bumi Harapan adalah salah satunya.
17 AGUSTUS 2026
DARI BUMI HARAPAN, KITA BERDIRI UNTUK INDONESIA
Sederhana acaranya.
Bersama masyarakatnya.
Indonesia semangatnya.
Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81.
MERDEKA!
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin